45
Sri SUltan Tegaskan Hukuman Bagi Pelaku Klitih

Sri SUltan Tegaskan Hukuman Bagi Pelaku Klitih

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi aksi kejahatan jalanan atau penangkapan pelaku klitih yang menewaskan seorang mahasiswa di kawasan Gedongkuning Yogyakarta pada Senin pagi, 4 April.

“Yang penting hukum harus ditegakkan,” kata Sultan di Kompleks Takepatihan Yogyakarta, Senin, 11 April 2022.

Pada Senin, 11 April, polisi mengumumkan bahwa total lima remaja telah terlibat dalam kejahatan jalanan dan menetapkan tersangka.

Para pelaku merupakan anggota sebuah geng di Yogya bernama M, yang terdiri dari dua pelajar SMK dan tiga mahasiswa dengan usia 18-21 tahun.

“Kepolisian tentu sudah paham (jenis hukuman untuk pelaku kategori usia dewasa), tetapi kalau pelaku di bawah umur memang harus melewati proses mediasi,” kata Sultan.

Sultan mendorong proses hukum terhadap pelaku tetap mengedepankan unsur sinergitas antar lembaga hukum. Menurutnya, dalam kasus kejahatan seperti ini, latar belakang keluarga pelaku juga perlu dicermati.

“Karena ada juga anak di bawah umur yang punya masalah hukum, terlibat perkelahian lalu tidak diakui orang tuanya, tidak bisa pulang, ya kami bina,” kata Sultan.

Dengan kondisi lima pelaku telah berusia dewasa yang tak bisa mendapatkan diversi dalam proses hukum, Sultan mendorong penegakkan hukum kasus itu dipririotaskan lebih dulu.

“Yang penting bagi kami proses hukum itu dijalani,” kata Sultan

Sultan mengatakan kasus kejahatan remaja seperti klitih, permasalahan kerap dilatarbelakangi faktor lingkungan dan keluarga.

Anak atau remaja yang hidup di keluarga yang bermasalah lebih berpotensi untuk melakukan tindak kekerasan.

“Proses seperti ini bisa terjadi karena hubungan di rumah tangga remaja itu, maka kita harus tahu masalahnya dan memecahkan juga akar persoalannya,” kata Sultan.

 

Sultan mendorong proses hukum terhadap pelaku tetap mengedepankan unsur sinergitas antar lembaga hukum. Menurutnya, dalam kasus kejahatan seperti ini, latar belakang keluarga pelaku juga perlu dicermati.

SEE ALSO  Mengatasi Klitih DI Yogyakarta, Begini Solusinya

“Karena ada juga anak di bawah umur yang punya masalah hukum, terlibat perkelahian lalu tidak diakui orang tuanya, tidak bisa pulang, ya kami bina,” kata Sultan.

Dengan kondisi lima pelaku telah berusia dewasa yang tak bisa mendapatkan diversi dalam proses hukum, Sultan mendorong penegakkan hukum kasus itu dipririotaskan lebih dulu.