41
Hari Perdana Saham GoTo Melantai, Begini Prediksinya

Hari Perdana Saham GoTo Melantai, Begini Prediksinya

Investor tentu menginginkan saham di PTGoToGojek Tokopedia Tbk. Setelah tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia hari ini, kita bisa akselerasi.

Padahal, mengikuti tren emiten lain, transaksi pertama merupakan momentum untuk mencapai batas maksimum penolakan otomatis atau level tertinggi untuk mencapai ARA.

Pada perayaan IPO besar-besaran, GOTO telah memasukkan dana baru sebesar Rp 13,72 triliun dari pelepasan Rp 40,61 miliar yang dibanderol Rp 338 per saham. Saham tersebut akan dicatatkan di BEI pada hari ini (4 November 2022). Kapitalisasi pasar GOTO mencapai Rp400,31 triliun.

Aurora Setiabudi dari BNI Sekuritas Equity Analyst mengatakan kapitalisasi pasar sektor teknologi akan meningkat menjadi 10% setelah GoTo masuk ke pasar. Saat ini, kapitalisasi pasar hanya Rp390,22 triliun atau 4,31% dari total pasar.

“Keseluruhan bisnis yang dimiliki GoTo ini menciptakan satu keunikan yang sulit untuk direplikasi atau disaingi oleh pemain lain. Jadi, saya lihat memang GOTO ini menjadi daya tarik di sektor teknologi,” ujar Aurellia, baru-baru ini.

Performa GOTO di lantai bursa akan menjadi sorotan jutaan investor saham. Pembahasan soal laju saham GOTO pun bakal dikait-kaitkan dengan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang lebih dulu listing pada 6 Agustus 2021.

Becermin dari BUKA, Technical Analyst BNI Sekuritas Andri Zakaria mengatakan momen IPO GOTO terjadi di tengah kenaikan indeks yang telah terbatas pada April.

“Mungkin ke depan bagus, tapi jangka pendek, paling-paling nasibnya sama seperti BUKA, auto reject atas dua kali, setelah itu turun,” tutur Andri.

Lantas, bagaimana penerapan aturan auto rejection saham?

Sesuai arahan OJK, BEI menetapkan kebijakan auto rejection asimetris pada masa pandemi, yang berlaku mulai 13 Maret 2020.

SEE ALSO  LESSERAFIM Ditunda Hari Ini Karena Dugaan Dari Kabar Kim Garam

Kebijakan tersebut termaktub dalam Peraturan No. II-A Tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dengan SK Direksi No: KEP-00025/BEI/03-2020.

Sesuai peraturan baru tersebut rentang harga saham Rp50—Rp200 akan dikenakan auto reject apabila terjadi kenaikan sebesar 35 persen atau penurunan harga saham sebesar 7 persen dalam satu hari.

Sementara untuk rentang harga saham Rp200—Rp5.000 dikenakan auto reject apabila terjadi kenaikan harga sebesar 25 persen atau penurunan harga sebesar 7 persen.

Kemudian untuk rentang harga saham di atas Rp5.000 dikenakan auto reject apabila terjadi kenaikan harga sebesar 20 persen atau penurunan harga sebesar 7 persen.

Sebelum kebijakan auto rejection asimetris berlaku, Bursa menetapkan kebijakan auto rejection simetris, dimana batas atas dan batas bawah memiliki besaran yang sama di setiap fraksi harga.

Perinciannya, kelompok harga saham di rentang Rp50-Rp200 memiliki batas atas dan batas bawah 35 persen, rentang harga Rp200-Rp5.000 berbatas atas dan berbatas bawah 25 persen, dan rentang harga di atas Rp5.000 memiliki batas atas dan batas bawah sebesar 20 persen.

Dengan demikian, regulasi yang berlaku hingga saat ini ialah kebijakan auto rejection asimetris pada masa pandemi.

Adapun, saham GOTO berada di rentang Rp200-Rp5.000 dengan batas ARA 25 persen. Artinya, saham GOTO di harga perdana Rp338 maksimal akan naik ke level Rp442-Rp443 jika mencapai batas ARA.

Leave a Reply

Your email address will not be published.