38
GoTo Bagi-Bagi Tunjangan Pada Pembeli Saham

GoTo Bagi-Bagi Tunjangan Pada Pembeli Saham

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membagikan tunjangan hari raya (THR). Bukan karena bentuk bungkusan merahnya, tapi karena naiknya harga saham.
Seperti diketahui, GOTO mencatatkan saham perdananya pada Senin (4 November 2022). Sesaat setelah bursa dimulai, saham GOTO melonjak ke level 400 rupiah per saham.

Nilai tersebut naik 18,34 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO). Nilai pengenalan berada di level Rp338 per saham.

Andai ada investor bermodalkan Rp 10 juta, kemudian ia berhasil membeli saham GOTO di harga pelaksanaan. Maka, investor bakal dapat sekitar 29.586 saham GOTO.

Kemudian, investor melepas seluruh kepemilikannya itu di harga pembukaan, Rp 400 per saham. Dus, investor bakal memperoleh Rp 11,83 juta.

Ada selisih sekitar Rp 1,83 juta yang menjadi keuntungan bagi investor. Karena saat ini tengah memasuki momen Lebaran, anggaplah keuntungan ini menjadi THR.

Jika beruntung, THR yang didapat bisa lebih besar. Pasalnya, saham GOTO sempat menyentuh Rp 416 per saham.

Dengan asumsi level harga tersebut, investor bermodal Rp 10 juta tadi bakal mendapat THR sekitar Rp 2,3 juta.

Namun, kenaikan itu tak berlangsung lama. Saham GOTO hingga berita ini diturunkan ada di level Rp 382 per saham.

Dengan harga penutupan tersebut, investor modal Rp 10 juta mendapat THR sekitar Rp 1,3 juta, lumayan untuk ongkos mudik menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga.

Hari ini, harga saham GoTo ditutup menguat 13,02% ke level Rp 382/unit. Nilai transaksi saham mencapai Rp 3,67 triliun dari volume saham 9,41 miliar unit dan investor asing tercatat beli bersih saham GoTo senilai Rp 311,48 miliar.

 

“Valuasi GOTO kami rasa terlalu mahal dan tidak masuk universe investasi kami. Oleh karena itu, HPAM memilih untuk tidak ambil bagian dulu dalam pembelian GOTO kali ini,” ungkap Reza.

SEE ALSO  Barcelona Telah Aman Diposisi 4 Besar LaLiga

Walaupun dari sisi fundamental GOTO masih merugi, Reza bilang hal tersebut bukan berarti membuat MI tidak boleh membeli sahamnya. Pasalnya, secara peraturan, tidak ada aturan yang melarang MI untuk membeli sebuah saham yang rugi maupun perusahaan yang tengah merugi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana. Dia bilang tidak ada larangan bagi para MI untuk membeli saham atau emiten dengan fundamental yang buruk. Menurut dia, pertimbangan utama MI dalam memilih saham adalah fundamental dan likuiditas.