36
Perusahaan Ini Borong Saham GoTo

Perusahaan Ini Borong Saham GoTo

PT Ajaib Sekuritas Asia mengatakan investor swasta sangat sering berpartisipasi dalam penawaran umum saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Urutan kedatangan membuat rekor.

Anna Lora, Direktur Ajaib Sekuritas Asia, mengatakan partisipasi investor individu IPO GOTO dalam platform Ajaib berhasil mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.

“Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GOTO lebih dari 150.000 investor di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapai lebih dari 2 kali lipat dari rekor IPO sebelumnya,” kata Anna dalam keterangan resminya, Senin (11/4).

Seperti diketahui, GOTO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada  Senin (11/4). Dalam hajatan initial public offering (IPO), GOTO berhasil meraih dana segar sejumlah Rp 13,72 triliun.

GOTO telah menetapkan harga IPO pada Rp 338 per saham dengan melepas 40,61 miliar saham ke masyarakat. Alhasil GOTO berhasil meraih dana segar sebesar Rp 13,72 triliun.

Adapun nilai kapitalisasi pasar GOTO diperkirakan mencapai Rp 400,3 triliun. IPO GOTO kali ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia dan di dunia sepanjang tahun 2022 dan akan menjadikan IPO GOTO sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di BEI, berada tepat bawah PT Telkom Indonesia Tbk.

Pencapaian ini juga menandakan kebangkitan pasar modal nasional, mulai dari minat dan partisipasi investor ritel domestik yang tumbuh dua kali lipat dari tahun 2021, dan juga transaksi IPO GOTO yang hanya ditangani penjamin emisi efek nasional dan memasarkan kepada investor domestik Indonesia.

“Dengan melantainya saham GOTO di Bursa turut dinilai dapat menjadi penggerak indeks saham teknologi. Hal itu tercermin dari tingginya minat dan antusias investor khususnya investor ritel menyambut GOTO.” pungkas Anna.

SEE ALSO  Perempuan Berinisial SK Diduga Aniaya Kevin Hillers, Simak Kronologinya

 

Dalam kasus GOTO, dia meyakini GOTO tidak memiliki masalah likuiditas karena sahamnya yang likuid. Namun, dari sisi fundamental, GOTO punya risiko karena kinerjanya yang sejauh ini masih merugi. Selain itu, kenaikan saham GOTO juga tidak ada jaminan akan terus berlangsung.

Apalagi jika berkaca dari saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebelumnya, yang sempat menguat hingga auto rejection atas (ARA), namun pada akhirnya terkoreksi dan kembali sesuai dengan fundamentalnya.

“Saham GOTO mungkin lebih menarik untuk produk reksadana yang dari segi dana kelolaan relatif masih kecil, manuver untuk transaksi keluar-masuknya lebih mudah. Jika dana kelolaannya besar, justru lebih sulit untuk melakukan manuver trading jual-beli karena artinya porsinya juga akan lebih besar,” tutup Wawan.