48
Paytren Perusahaan Bergerak Di Bidang Investasi

Paytren Perusahaan Bergerak Di Bidang Investasi

Ustaz Yusuf Mansur yang juga pemegang saham pengendali virus PT Paytren Asset Management di media sosial diduga marah dalam konferensi online.

Ustaz Yusuf Mansur terlihat melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan bagian Paytren dalam cuplikan video.

Dalam klip video yang diunggah ke akun Twitter @ardianpancaa, Youthf Mansour mengatakan, “Apa yang kami lakukan? Apakah Anda pernah bergabung dengan perusahaan di sini? Jumat (4 Agustus 2022)).

Di video tersebut, ia menyebutkan butuh hingga Rp 1 triliun untuk dapat menyelamatkan Paytren.

“Saya butuh duit Rp1 triliun buat ngegedein PayTren! Bisa! Mau Anda patungan? Kalaupun mau, dan saya terima duit Anda, maka saya akan makin bermasalah hari ini,” lanjutnya.

“Maka itulah saya ngamen, saya ngasong demi siapa? Demi Anda semua, demi satu nama PayTren!” katanya.

Yusuf Mansur rela melakukan apapun. Selanjutnya ia menuturkan, kalau awalnya membutuhkan dana Rp 20 miliar untuk Paytren itu.

“Bukankah kita butuh dana? Anda tahu untuk menghidupkan satu kota. Silakan tanya teman-teman direksi, untuk menghidupkan satu kota, pun Paytren menguasai satu Kota, sebutlah kota di mana Istri saya lahir, kota Tangerang, kita butuh dana 20 miliar, saudara-saudara,” tegas Yusuf Mansur.

Belakangan diketahui video tersebut adalah unggahan pada 2021 lalu saat Ustaz Yusuf Mansur hadir dalam acara Sewindu Paytren. Namun, saat Liputan6.com mencoba melihat langsung, video tersebut sudah tidak lagi tersedia.

“Video unavailable (Video tak lagi tersedia)This video is private (Video ini pribadi),” tulis laman YouTube saat hendak membuka laman video tersebut.

Update

Yusuf Mansur membangun bisnis perusahaan aset manajemen bernama PT Paytren Aset Manajemen. Selain itu, melalui PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren), ia membangun perusahaan penyelenggara jasa sistem pembayaran.

SEE ALSO  GB Whatsapp Tanpa Kadaluarsa, Simak Caranya

Mengutip laman paytren.co.id, PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) telah terdaftar sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran melalui diberikannya izin uang elektronik server-based dan transfer dana dari Bank Indonesia sejak 2018.

Sementara itu, mengutip laman paytren-am.co.id, PT Paytren Aset Manajemen (PAM) ini hadir mewarnai pasar modal syariah Indonesia sejak 24 Oktober 2017. PT Paytren Aset Manajemen mengantongi surat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor ; KEP-49/D.04/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi Syariah kepada PT PayTren Aset Manajemen.

Sejak resmi mendapatkan izin sebagai perusahaan pengelola investasi syariah, PAM merupakan manajer investasi syariah pertama di Indonesia sebagai implementasi dari rencana OJK memperluas pasar modal syariah Indonesia dengan menerbitkan POJK mengenai Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal pada Manajer Investasi Nomor 61/POJK.04/2016 ter tanggal pada bulan 20 Desember 2016

Adapun komposisi pemegang saham PayTren Aset Manajemen antara lain Jam’an Nurchotib Mansur sebesar 80 persen, Hari Wibowo sebesar 10 persen, dan Deddi Noerdiawan sebesar 10 persen. PayTren Aset Manajemen mendapatkan izin usaha sebagai manajer investasi syariah pada 24 Oktober 2017.

Sejumlah produk yang dimiliki perusahaan manajer investasi ini yaitu PAM Syariah Likuid Dana Safa, reksa dana berbasis pasar uang syariah yang melakukan investasi dengan komposisi portofolio investasi 100 persen dari nilai aktiva bersih (NAB) pada instrument pasar uang syariah dalam negeri, dan surat berharga syariah negara dan suku dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.