36
Sri Sultan Angkat Suara Mengatasi Hukuman Bagi Klitih Di Jogja

Sri Sultan Angkat Suara Mengatasi Hukuman Bagi Klitih Di Jogja

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meminta agar pelaku kejahatan jalanan diadili tanpa diskriminasi selektif. Kenakalan remaja yang menjadi fenomena di Yogyakarta kini lebih dikenal dengan Krit.
Pernyataan Sultan menanggapi terulangnya kejahatan jalanan Minggu dini hari (3/4). Korbannya adalah Daffa Adzin Albazith (17), yang tinggal di Kebumen, Jawa Tengah, dan merupakan siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

“Ini tindak pidana. Saya kira perlu kita selidiki. Kalau terlalu berlebihan akan diproses secara hukum,” kata Sultan, Senin (4/4).

Sultan ingin polisi segera menangkap pelakunya. Para pelaku telah diklasifikasikan sebagai anak-anak sejak remaja, tetapi mereka telah membunuh para korban dan meminta mereka untuk melanjutkan proses hukum.

Sultan mendorong polisi tidak menerapkan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan.

“Iya (diproses hukum) perkara nanti (pelaku) anak ini pidana ya sampai meninggal ya. Penegak hukum bisa cari cara dia diproses di pengadilan,” tegas Sultan.

“Kalau saya itu melanggar hukum. Bukan klitih kenakalan anak saja, tapi sudah terlalu jauh,” sambungnya.

Bagi Sultan, pemda dan petugas keamanan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri menangani persoalan kejahatan jalanan yang bak telah mengakar ini. Faktor lingkungan, seperti masyarakat atau orang tua juga memiliki andil besar dalam mengontrol aktivitas anak-anak mereka, termasuk selama bulan ramadan ini.

“Seperti itu bisa tapi di bulan apapun bisa terjadi. Saya nggak bisa mengatakan itu ya atau tidak karena yang namanya kejahatan bisa terjadi kapan pun,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Daffa Adzin Albazith tewas usai menjadi korban aksi kejahatan jalanan di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (3/4) dini hari.

SEE ALSO  Tips Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang Ke-28

Polisi menyebut korban bersama beberapa rekannya sempat kejar mengejar dengan rombongan terduga pelaku yang membleyer atau memainkan gas motor di depan warung tempat Daffa cs sedang memesan makanan.

Daffa tewas usai terkena ayunan gir bertali pada bagian kepala. Dia sempat dirawat di RSPAU Hardjolukito sebelum dinyatakan meninggal pada Minggu pagi.

Sementara dari pihak SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyebut Daffa dan rekan-rekannya tengah mencari makan sahur sebelum insiden berdarah itu terjadi. Jenazah korban sudah dimakamkan di Kebumen Minggu kemarin.