33
Menguak Fakta Klitih Di Jogja

Menguak Fakta Klitih Di Jogja

Warga Yogyakarta baru-baru ini dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pelajar akibat aksi pelaku klitih yang beraksi di kawasan Gedongkuning pada Minggu (4 Maret 2022).

Fenomena klitih sudah lama menjangkiti masyarakat kota pelajar karena setiap tahunnya selalu kambuh. Saat ini, tagar #YogyaNotAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih kembali hadir di Twitter untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

Lantas apa itu klitih dan apa saja fakta seputarnya? Simak lima baris fakta tentang klitih berikut ini.

1. Tahu apa itu klitih

Kata klitih sendiri pada mulanya merupakan istilah yang memiliki makna positif. Klitih sendiri merujuk pada sebuah kegiatan yang sering disebut oleh masyarakat Yogyakarta sebagai klitah-klitih. Istilah ini berarti berjalan bolak-balik, menunjukkan kebingungan yang aneh dan berjalan-jalan.

Setelah maraknya aksi kriminalitas yang menyasar masyarakat di jalanan, istilah klitih tersebut mengalami pergeseran makna. Kini istilah klitih identik dengan tindakan kekerasan.

2. Lahir dari geng siswa

Pergeseran makna tersebut tidak terlepas dari eksistensi geng siswa yang gemar melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang di jalanan secara membabi-buta.

Beberapa geng siswa tersebut tercatat telah melakukan aksi sejak 1990 silam. Lantas, aksi tersebut mendapat atensi dari kepolisian setempat yang akhirnya menyoroti eksistensi geng pelajar tersebut.

3. Sudah terjadi sekian lama

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, fenomena ini sudah mulai bermunculan sejak tahun 90-an. Tindakan klitih yang memakan korban tidak hanya terjadi pada bulan Ramadan tahun ini, melainkan juga muncul di tahun 2021 silam yang menyasar seorang pelajar berusia 15 tahun di Kotagede. Pemuda tersebut ditimpuk batu oleh orang tidak dikenal hingga terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

4. “Daerah rawan” klitih ternyata hanya hoaks

SEE ALSO  Kisah Nyata KKN Desa Penari

Berkat ramainya tagar #YogyaTidakAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih , masyarakat sontak memberikan respon dan informasi di media sosial Twitter. Salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @Azharceria10 mengunggah cuitan yang berisi daftar daerah rawan klitih.

Daerah yang disebutkan di dalam daftar tersebut terbilang mengejutkan, karena ada daerah Jalan Kaliurang, Daerah Ringroad, Daerah Condongcatur, dan Selokan Mataram yang notabene ramai oleh mahasiswa.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, kepolisian Sleman membantah adanya daerah rawan tersebut. Daftar tersebut dibuat tanpa adanya penelusuran sebelumnya, sehingga sumbernya tidak valid.

5. Disinyalir oleh kriminolog sedang ada rekrutmen

Kembali maraknya klitih mendapat berbagai sorotan dari para pakar fenomena masyarakat, salah satunya Sosiolog Kriminal UGM Suprapto. Beliau menyebutkan bahwa maraknya angka klitih yang kembali naik merupakan sinyal adanya rekrutmen kelompok kriminal remaja.

Kelompok kriminal tersebut menjaring anggota baru dengan menantang mereka membuat onar di masyarakat.

“Makin berani menyakiti membuat onar di luar dia makin dielu-elukan sehingga kondisi psikologinya membuatnya makin berani, itu fenomena seperti itu ada,”  ucap pakar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.