38
Aktivitas Segmen Sesar Sianok Memicu Gempa Bukittinggi

Aktivitas Segmen Sesar Sianok Memicu Gempa Bukittinggi

Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kepada WIB pagi ini bahwa gempa tektonik berkekuatan 4,5 (M) yang mengguncang Bukittinggi di Sumatera Barat disebabkan aktivitas sesar Sumatera di segmen Sianok. sawah.

BMKG menyebutkan, pusat gempa terletak 12 kilometer barat laut Bukittinggi, kedalaman 10 kilometer, lintang 0,20 derajat selatan dan bujur 100,34 derajat timur.
“Mengingat letak episentrum, mekanisme episentrum, dan kedalaman episentrum, maka gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar Sumatera,” kata Kepala BMKG. Badan Mitigasi Gempa dan Tsunami, Dariono, Senin (4 April 2022).

Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme sesar geser menganan (dextral strike-slip) yang merupakan karakteristik mekanisme Sesar Besar Sumatera (The Sumatra Fault Zone)

Guncangan gempa ini dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI di Bukittinggi, Payakumbuh dan Agam.

“Menurut laporan saking kuatnya guncangan gempa ini mampu membangunkan beberapa warga yang sedang tidur,” kata Daryono.

Gempa juga dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Padang Panjang dan Tanah Datar. Sementara di Pasaman, Solok dan Pariaman guncangan dirasakan dalam skala intensitas II MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena sumbernya berada di daratan,” ungkapnya.
Daryono mengatakan segmen Sianok yang menjadi pembangkit gempa Bukittinggi pagi dini hari tadi dalam catatan sejarah pernah memicu gempa besar berkekuatan sekitar 7,0 pada 28 Juni 1926 yang menyebabkan setidaknya 354 orang meninggal dunia.

Selain gempa yang mengguncang Bukittinggi Sumatera Barat pagi dini hari tadi, beberapa aktivitas gempa juga terjadi yaitu (1) Gempa Banda Pertama magnitudo 2,8 dirasakan III MMI pukul 07.58.43 WIT, (2) Gempa Banda Kedua magnitudo 3,3 dirasakan III-IV MMI pukul 08.12.38 WIT (3) Gempa Mamasa Sulawesi Barat magnitudo 3,6 dirasakan II MMI pukul 11.37.11 WITA.

SEE ALSO  Panggadaran Merasakan Gempa Di Wilayah Sukabumi

 

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena sumbernya berada di daratan,” ungkapnya.
Daryono mengatakan segmen Sianok yang menjadi pembangkit gempa Bukittinggi pagi dini hari tadi dalam catatan sejarah pernah memicu gempa besar berkekuatan sekitar 7,0 pada 28 Juni 1926 yang menyebabkan setidaknya 354 orang meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.