42
Arab Dan Latin Doa Sholat Dhuha

Arab Dan Latin Doa Sholat Dhuha

Sholat Duha merupakan salah satu sholat sunnah yang dapat dilakukan sebagai ladang amal selama bulan Ramadhan. Di bawah ini adalah bacaan doa douha lengkap dan doa yang bisa diamalkan bahasa arab, latin, dan terjemahannya.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menetapkan penanggalan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Hal itu berdasarkan hasil penanggalan Islam Kementerian Agama yang tertuang dalam Keputusan Menteri tersebut. Kalender Ramadhan 1443 Hijriah / 2021 dari 342 agama nomor 324 tentang yang pertama.

Salah satu amalan yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan adalah shalat dhuha. Sesuai dengan namanya, sholat sunnah adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha. Waktu dhuha terjadi saat matahari mulai terbit sekitar 7 hasta dari matahari terbit hingga siang hari.

Salat duha paling sedikit dikerjakan 2 rakaat. Selebihnya, salat duha dapat didirikan sampai 12 rakaat, dengan pelaksanaan setiap 2 rakaat 1 salam.

Shalat duha umumnya dilaksanakan munfarid (sendirian). Namun, salat sunah ini juga dapat ditunaikan secara berjemaah. Hal ini merujuk kepada suatu hadis yang diriwayatkan oleh ‘Itban bin Malik sebagai berikut:

“Rasulullah SAW mengerjakan salat di rumahnya pada waktu duha, kemudian para sahabat berdiri di belakang beliau lalu mengerjakan salat dengan salat beliau,” (H.R. Ahmad, ad-Daruquthni, dan Ibnu Hibban)

Di samping pahala amalan Ramadan yang dilipatgandakan, salat duha juga memiliki keutamaannya sendiri. Salah satu keutamaan orang melaksanakan salat sunah ini adalah dosanya akan dihapuskan meski sebanyak buih di lautan. Hal ini sesuai dengan hadis sebagai berikut:

“Siapa pun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (H.R. Tirmidzi).

SEE ALSO  Pemakaian Masker Diruang Tertutup Masih Diperlukan: IDI

Tidak hanya itu, orang yang menjalankan salat duha pahalanya seperti orang yang bersedekah. Hal ini dikatakan dalam sebuah hadis riwayat Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua rakaat salat duha,” (H.R. Muslim).

Bacaan Niat, Tata Cara, dan Doa Sholat Dhuha

Berikut ini niat pelaksanaan, tata cara lengkap, dan bacaan doa shalat dhuha:

1. Mengucapkan niat salat duha dua rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah duha dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram dan dengan mengucap takbir “Allahu akbar”

3. Membaca surah Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an

Bacaan surat dalam salat duha pada rakaat pertama sebaiknya Asy-Syams dan pada rakaat kedua Ad-Dhuha, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

5. Rukuk

6. Itidal

7. Sujud pertama

8. Duduk di antara dua sujud

9. Sujud kedua

10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua

11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua

12. Melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama (mulai dari baca Al-Fatihah hingga sujud kedua)

13. Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua

Setelah melaksanakan salat duha, biasanya dilanjutkan dengan membaca doa.

Berikut ini bacaan doa setelah salat duha sebagaimana dikutip dari kitab Syarah Minhaj yang ditulis Asy-Syarwani dan Ad-Dimyati dalam I’anatut Thalibin.

SEE ALSO  Jumlah Rakaat, Tata Cara Serta Doa Sholat Dhuha

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan latinnya: “Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn”

Artinya: “Tuhanku, sungguh waktu duha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu.

Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Setelah itu, dianjurkan untuk membaca wirid sebanyak 40 atau 100 kali sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Bacaan latinnya: “Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm”

Artinya: “Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

SEE ALSO  What Makes an Engagement Ring Unique?