11
Sosok Buya Arrazy Yang Tengah Berduka Atas Meninggalnya Sang Anak

Sosok Buya Arrazy Yang Tengah Berduka Atas Meninggalnya Sang Anak

Minamidiamondring.com-  Di bawah ini adalah profil Buya Arrazy, nama lain KH Arrazy Hasyim, seorang pendeta Indonesia.

Seperti diketahui, Buya Arrazy dan keluarganya masih berduka atas meninggalnya anak kedua Buya Arrazy.

Seorang anak berusia 3 tahun dilaporkan ditembak mati oleh senjata milik seorang penjaga pribadi.

Mengutip , Kamis (23 Juni 2022), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tuban AKBP Darman mengatakan, peristiwa itu murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. Ya.

 

“Telah terjadi kelalaian sehingga terjadi kecelakaan seorang anak laki-laki kecil putra salah satu ulama yang terjadi Kecamatan Palang, Tuban,” kata Darman.

Kendati demikian, saat ini pendalaman kejadian masih dilakukan pihak kepolisian.

Lantas siapa Buya Arrazy? berikut rangkuman Tribunnews.com yang dikutip dari berbagai sumber.

Melansir Wikipedia.org, laki-laki kelahiran Koto Tangah, Payakumbuh, Sumatra Barat tanggal 21 April 1986 adalah seorang ulama.

Buya Arrazy lahir dari pasangan Nur Akmal bin Muhammad Nur dan Asni binti Sahar.

Pada 11 Juli 2010, Arrazy menikahi Eli Ermawati dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Ketiganya yakni Hisyam Faqih Arrazy, Hushaim Shah Wali Arrazy dan Helena Nour Arrazy.

Namun, sang putra Hushaim Shah Wali Arrazy meninggal dunia, Rabu (22/6/2022) karena tertembak senjata api milik pengawal pribadi Buya Arrazy.

 

Pendidikan

Mubaligh dan ulama Indonesia ini memiliki riwayat pendidikan di Sekolah Dasar tahun 1998 dan MTsN tahun 2001, yakni di Payakumbuh, Sumatra Barat.

Ia kemudian masuk di MAN 2 / MAKN Payakumbuh, tapi tahun 2002 Buya Arrazi pindah ke MAN 1 Model Bukittinggi dan tamat pada tahun 2004.

Buya Arrazy kemudian melanjutkan pendidikan ilmu hadis di pesantren mahasiswa Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences, lulus tahun 2008.

SEE ALSO  Sosok Aparat Berinisial M Dalam Tragedi Meninggalnya Anak Buya Arrazy

Setahun kemudian, 2009, Buya melanjutkan pendidikan S1 Jurusan Akidah dan Filsafat Islam di UIN Syarif Hidayatullah.

Pada tahun 2006 sampai 2008, iIa juga mengikuti pendidikan non-formal di Dawrat al-Tathqif al-Shar’i li al-‘Ulūm al-Islāmīyah yang diadakan oleh Internationalize Zentrum Fur Islamiche Wissenschaften di Bogor.

Setelah tamat S-1, ia melanjutkan pendidikan S-2 Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah dan lulus pada 2011.

Hingga akhirnya ia melanjutkan S-3 di jurusan dan universitas yang sama dan lulus tahun 2017.

 

Karir Buya Arrazy

Saat ini, Buya Arrazi tercatat sebagai pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah Hasyimiyah, sebuah lembaga kajian turats, ilmu akidah, tasawuf dan amaliah zikir yang berpusat di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Buya Arrazy juga merupakan Dosen Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta serta pengajar hadis dan akidah di Darus-Sunnah.

Ia juga pernah menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2012-2019).

Riwayat Pengabdian

Mengutip TribunPontianak.co.id, berikut riwayat pengabdian Buya Arrazy dalam dunia pendidikan.

– Dosen Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta

– Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2012-2019)

– Dosen Hadits Darus-Sunnah International Institute

– Pengasuh Ribath Nouraniyah

– Guru Yayasan Darus-Sunnah

Karya Tulis

– Kritik Para Ulama Terhadap Konsep Teologi Ibn ‘Arabî (2009)

– Teologi Ulama Tasawuf di Nusantara Abad ke-17 sampai ke-19 (2011)

– Teologi Muslim Puritan: Genealogi dan Ajaran Salafi (2017)

– Akidah Salaf Imam Al-Ṭaḥāwī (2020)