3
Kabar Meninggalnya KH Dimyati Rois

Kabar Meninggalnya KH Dimyati Rois

Minamidiamondring.com- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Syuro KH. Dimyati Royce dikabarkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Trogorejo di Semalan, Jawa Tengah.

Kabar meninggalnya kiai sepuh di Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah ini diberitakan oleh Sekjen PKB Hasanuddin Wahid.

“Innalillahiwainnailaihi rojiun, KH. Dimyati Rois meninggal Jumat dini hari di RS Trogorejo Semarang sekitar pukul 1.10 WIB,” kata Hasanuddin Wahid kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/6).

Dikatakan Hasanuddin, Kiai Dimyati meninggal karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun.

“Beliau sudah beberapa waktu terakhir menderita sakit, karena sudah sepuh,” tuturnya.

KH. Dimyati Rois meninggal pada usia 77 tahun. Dia lahir pada 5 Juni 1945 di Tegal Glagah Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Selain menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, Kiai Dimyati juga salah satu ahlul halli wal aqdi (Ahwa) yang memilih Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar di Lampung.

Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung Tahun 2021 lalu, KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati mendapatkan suara terbanyak pada saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati menentukan Rais Aam Syuriyah PBNU.

Prof KH Zainal Abidin, salah satu anggota AHWA, menceritakan ketawaduan KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati. Ketika diminta pandangan lebih dahulu, ia tidak berkenan. Pasalnya, KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati sungkan dengan adanya KH Ma’ruf Amin.

Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur Tahun 2015, KH Dimyati Rois atau Kiai Dimyati juga terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahwa.

SEE ALSO  Kemenangan Man City Atas Newcastle Yang Berbanding Jauh Dengan Liverpool

KH Dimyati Rois orator ulung

Merujuk Nu.or.id, KH Dimyati Rois adalah pengasuh pesantren Al-Fadlu wal Fadilah yang ia dirikan di Kp. Djagalan, Kutoharjo, Kaliwungu pada 1985. Sebagaimana tradisi santri pada zaman dahulu, KH Dimyati Rois menjadi santri kenala dengan nyantri di berbagai pesantren seperti pesantren Lirboyo dan APIK Kaliwungu.

Atas prestasi yang dimilikinya, KH Dimyati Rois diambil menantu oleh KH. Ibadullah Irfan, sesepuh dan tokoh masyarakat Kaliwungu.

KH Dimyati Rois terkenal sebagai orator ulung yang mampu membius massa. KH Dimyati Rois dengan setia selalu memenuhi undangan dari masyarakat untuk memberi nasehat dalam berbagai ceramah agama.

Karena pengaruhnya yang besar, rumahnya selalu menjadi jujukan tokoh nasional, namun demikian KH Dimyati Rois tidak mau terjun langsung menjadi politisi. KH Dimyati Rois dikenal dekat dengan Matori Abdul Djalil, ketua umum pertama Partai Kebangkita Bangsa (PKB).

Salah satu kelebihan yang tidak banyak dimiliki kiai lain adalah kemampuan KH Dimyati Rois dalam kewirausahaan. Tak hanya mengajar mengaji, KH Dimyati Rois memiliki berbagai usaha yang menghasilkan uang sekaligus melatih para santrinya untuk bisa berwirausaha, terutama dalam bidang pertanian dan perikanan.