16
Sosok Buya Syafii Mariif Yang Dikabarkan Meninggal Dunia

Sosok Buya Syafii Mariif Yang Dikabarkan Meninggal Dunia

Imam Kharismatik Nahdlaltul Ulama (NU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengungkapkan kesedihannya, Jumat (27/5/2022) atas meninggalnya mantan Gubernur PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. Mengingat sahabatnya itu, Gus Mus seolah berteriak dalam orasi.

“Saya pikir sangat sulit untuk berbicara karena kami masih berhubungan dengannya beberapa waktu lalu. Saya pribadi terus menumbuhkan persaudaraan yang saya mulai sejak lama,” kata PP Muhammadiyah. Gasmus, yang mengantri untuk membicarakan teman-temannya, berkata. Takziyah virtual Buya Syafii Maarif dikutip dari saluran tvMU pada Sabtu (28 Mei 2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Timur menuturkan pernah satu kemah ketika menunaikan ibadah haji bersama Buya Syafii Maarif. Dia mengaku mengagumi kesederhanaan Buya Syafii Maarif yang terus dipelihara sampai akhir hayatnya.

“Orang mau sikap sederhana mudah, bersikap jujur juga mudah, mempunyai tekad perjuangan untuk agama dan bangsa itu mudah. Yang sulit adalah terus bersikap seperti itu, dalam bahasa kia disebut istikamah,” kenangya.

Gus Mus melanjutkan Buya Syafii Maarif istikamah menjadi guru bangsa, istikamah menjadi teladan umat, dan istikamah dalam akhlakul karimah. Dia menyamakan almarhum Buya Syafii sebagai seorang waliyullah.

“Istikamah inilah yang menyebabkan saya yakin, saudara saya Syafii Maarif milik bangsa Indonesia yang terindah ini adalah waliyyun min auliyaillah,” kenangnya.

Mustasyar PBNU menceritakan soal ciri-ciri wali yang termaktub dalam kitab suci umat Islam, salah satuya adalah soal tidak adanya rasa takut dan kesedihan.

“Buya Syafii Marrif adalah wali Allah terkasih. Beliau tidak takut melarat, tidak takut dihinakan orang, beliau tidak takut dinilai orang,” tuturnya.

Gus Mus lantas mengisahkan ada banyak orang-orang hebat yang hidup dalam ketakutan, takut melarat lalu korupsi, takut dianggap bodoh lalu sombong, takut dianggap tidak mampu lalu keminter.

SEE ALSO  Sajian Lebaran Resep Bumbu Rendang Khas Padang

“Kita bisa melihat Buya Syafii Maarif itu tidak punya ketakutan apa pun. Kalau kita cari dalilnya, tanda-tanda wali ada pada Buya Syafii Maarif. Beliau dicintai orang banyak, bukan karena pribadi beliau yang memang hebat, tapi karena Allah SWT mencintainya,” paparnya.

Dia pun mendoakan seluruh masyarakat mudah-mudahan mendapatkan keberkahan dari pribadi Buya Syafii Maarif. “Saya tidak mendoakan beliau, tapi mendoakan kita semua. Mudah-mudahan kita mendapatkan berkah dari beliau, pribadi indah Buya Syafii Maarif.”

“Tentu saja Indonesia menangis, pada hari Jumat mulia ini beliau dipanggil Allah SWT. Kita menangis, sementara saya bayangkan beliau tersenyum di sana diterima di haribaan Allah dengan segala rahmat-Nya,” tutupnya.